Nabung Dana Darurat dengan Imbal Hasil 6% per Tahun
Bunga deposito/RDPU 6% membuat cicilan bulanan sedikit lebih ringan.
Hasil. Target Dana Daruratmu pada skenario ini adalah Rp30.000.000. Artinya, dengan pengeluaran Rp5.000.000/bulan, target dana daruratmu Rp30.000.000 (6x). Sisihkan Rp2.431.993 tiap bulan selama 12 bulan agar terkumpul penuh.
Cara hitung. Dana darurat adalah bantalan keuangan untuk kondisi tak terduga seperti PHK atau biaya berobat mendadak. Besarnya idealnya beberapa kali pengeluaran bulananmu β makin banyak tanggungan dan makin tidak tetap penghasilanmu, makin besar kelipatannya. Kalkulator ini menghitung target danamu dan berapa yang perlu disisihkan tiap bulan agar terkumpul tepat waktu. Rincian: Target dana darurat Rp30.000.000; Tabungan per bulan (12 bulan) Rp2.431.993.
Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada Panduan literasi keuangan OJK: dana darurat lajang 3β6x, berkeluarga 6β12x pengeluaran bulanan (terverifikasi 2026-10-18). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator Dana Darurat.
Data terverifikasi. Dasar hukum: Panduan literasi keuangan OJK: dana darurat lajang 3β6x, berkeluarga 6β12x pengeluaran bulanan Β· diverifikasi 2026-10-18
Target Dana Daruratmu
Rp30.000.000
Dengan pengeluaran Rp5.000.000/bulan, target dana daruratmu Rp30.000.000 (6x). Sisihkan Rp2.431.993 tiap bulan selama 12 bulan agar terkumpul penuh.
Hasil Hitungan
| Pengeluaran per bulan | Rp5.000.000 | |
| Kelipatan target (6x) | Rp6 | |
| Target dana darurat | Rp30.000.000 | 100,0% |
| Tabungan per bulan (12 bulan) | Rp2.431.993 | 8,1% |
Pengeluaran per bulan
Rp5.000.000
Kelipatan target (6x)
Rp6
Target dana darurat
Rp30.000.000
Tabungan per bulan (12 bulan)
Rp2.431.993
100% Gratis.
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya
Kelipatan: lajang 6x, menikah 9x, menikah + tanggungan 12x; freelance/wiraswasta +2x (maks 12x) Target Dana = Pengeluaran Bulanan Γ Kelipatan Tabungan per Bulan (anuitas FV): i = imbal hasil tahunan Γ· 12 bila i = 0 β Target Γ· n bulan bila i > 0 β Target Γ i Γ· ((1+i)^n β 1)
- Kelipatan dasar status "Lajang" = 6x
- Target dana = Rp5.000.000 Γ 6 = Rp30.000.000
- i bulanan = 0,5000%; tabungan/bulan = Rp30.000.000 Γ 0,5000% Γ· ((1+0,5000%)^12 β 1) = Rp2.431.993
Asumsi & Batasan
- Kelipatan memakai titik tengah/atas rentang panduan OJK (lajang 6x, menikah 9x, menikah + tanggungan 12x) β sesuaikan dengan toleransi risikomu.
- Tambahan 2x untuk freelance/wiraswasta karena penghasilan tidak tetap; dibatasi maks 12x.
- Imbal hasil tabungan bersifat asumsi dan bisa berubah β angka default 0% artinya menabung tanpa bunga; perlu verifikasi berkala bila memakai produk berbunga.
- Dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen likuid (tabungan terpisah, deposito, reksa dana pasar uang), bukan investasi fluktuatif.
Pertanyaan Umum
Dana darurat idealnya berapa kali pengeluaran?
OJK menyarankan 3β6x untuk lajang dan 6β12x untuk yang sudah berkeluarga. Kalkulator ini memakai 6x untuk lajang, 9x untuk menikah, 12x untuk menikah + tanggungan, plus 2x bila penghasilanmu tidak tetap.
Di mana sebaiknya menyimpan dana darurat?
Di tempat yang likuid dan aman: rekening tabungan terpisah, deposito, atau reksa dana pasar uang. Jangan di saham atau kripto β nilainya bisa turun tepat saat kamu butuh.
Kenapa freelance butuh dana darurat lebih besar?
Karena penghasilan freelance naik-turun dan tidak ada pesangon bila order sepi. Kalkulator ini menambah 2x lipat kelipatan untuk freelance/wiraswasta (maksimal 12x).
Berapa yang harus disisihkan tiap bulan?
Target dana dibagi jumlah bulan, dikurangi sedikit bila tabunganmu berbunga (rumus anuitas). Mis. target Rp30 juta dalam 12 bulan tanpa bunga = Rp2,5 juta/bulan.
Target Dana Daruratmu
Rp30.000.000